Selasa, 23 Oktober 2012
Oseanografi Kimia: SILIKAT
Silikon merupakan salah satu unsur yang melimpah di laut. Silikon berasal dari pelapukan batuan seperti kuarsa, feldspar dan clay, dan masuk ke laut melalui aliran sungai dan terbawa angin. Silikat penting bagi pembentukan sel plankton seperti diatom, radiolaria dan pteropoda. Disamping dalam bentuk organik, silikat di laut juga berbentuk anorganik terlarut yaitu ortosilikat, Si(OH)4. Konsentrasinya di laut mencapai 1 mg/L, dan dapat meningkat pada daerah pantai.
Silikat merupakan asam lemah dan mengalami ionisasi, dan pada air laut dengan pH 8,1 sebagian besar (95,9%) dalam bentuk Si(OH)4, dan hanya 4,1% Si(OH)3O-.
2. Prinsip Kerja Penentuan Silikat
Penentuan silikat di contoh air dilakukan dengan pembentukan silikomolibdate kuning. Kompleks molibdate juga dapat terbentuk dengan fosfat dan arsenat, dan gannguan ini dihindari dengan penambahan asam oksalat. Selanjutnya kompleks silikomolibdate direduksi dengan penambahan larutan yang mengandung metal (p-methyaminophenol sulfate) dan Sodium sulfit, dan membentuk kompleks molibdenum biru.
Jumlah kompleks biru molybdenum terbentuk sebanding dengan konsentrasi silikat yang ada dalam air laut sebagai ortosilikat. Intensitas warna yang terbentuk kemudian dilakukan dengan mengukur absorbansi dengan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 812 nm.
3. Pembuatan Pereaksi
- Larutan ammonium heptamolybdate (0,16M),
Timbang 19 gram ammonium heptamolybdate tetrahydrate, (NH4)6Mo7O24.4H2O, dimasukkan pada labu ukur 100 ml dan dilarutkan dengan beberapa ml air aquabides, setelah larut tambahkan air hingga batas tera labu. Jika pereaksi menjadi keruh, jangan dipakai.
- Larutan asam sulfat (9N)
Encerkan 125 ml asam sulfat pekat, H2SO4, dengan 250 ml air aquabides dalam labu ukur 500 ml dan biarkan larutan yang panas hingga campuran menjadi suhu normal, dan tambahkan air hingga batas tera labu.
- Pereaksi campuran
Campurkan 50 ml 0,16M larutan molybdate ke dalam 40 ml 9N sam sulfat (JANGAN MENCAMPURKAN ASAM KE MOLYBDATE) di labu ukur 100 ml, tambahkan air aquabides hingga batas tera labu.
- Larutan asam oksalat (0,8M)
Larutkan 10 gram asam oksalat dihidrate, (COOH)2.2H2O, dengan beberapa ml air aquabides dalam labu ukur 100 ml, dan setelah larut tambahkan kembali aquabides hingga batas tera labu dan simpan pada suhu ruang.
- Larutan asam askorbit (0,1M)
Larutkan 1,75 gram asam askorbit, C6H8O6, dalam labu ukur 100 ml dengan beberapa ml air destilasi, setelah larut tambahkan air destilasi hingga batas tera labu. Simpan dalam botol pada lemari pendingin, jika berubah warna jangan dipakai sebagai pereaksi.
- Larutan methol sulfit
Larutkan 5 gram methol (p-methylaminophenol sulphate) dan 3 gram sodium sulfit, Na2SO3, dengan aquabides dalam labu ukur 250 ml, setelah larut tambahkan aquabides hingga batas tera labu. Saring sebelum disimpan dalam botol bersih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar